Diduga Angkut BBM tanpa Izin, dua terduga pelangsir diringkus Ditreskrimsus Polda Kalteng

oleh -157 Dilihat
oleh

Palangka Raya-Dua orang terduga tersangka yakni pria berinisial A (19) dan M (20), berhasil diamankan oleh Ditreskrimsus Polda Kalteng atas dugaan
mengangkut BBM jenis Solar tanpa izin.

Kabidhumas Polda Kalteng, AKBP Erlan Munaji mengatakan, adapun kronologi kejadian tersebut terjadi pada Tanggal 27 Februari 2024, yang mana saat anggota Ditreskrimsus Polda Kalteng, melakukan penyelidikan atas aduan masyarakat tentang adanya dugaan tindak pidana penyalahgunaan BBM jenis Bio Solar di wilayah Kabupaten Barito Timur,” ucapnya didampingi oleh Plt Kasubdit I/Indag Ditreskrimsus Polda Kalteng, AKBP Rahmat Abdullah pada saat menggelar press release di Mapolda Kalteng, Kamis 29 Februari 2024.

Setelah melakukan penyelidikan akhirnya terlapor berhasil diamankan dengan barang bukti diantaranya, satu unit mobil pickup beserta STNK, dua buah tandon kapasitas 1.200 liter yang masing-masing berisi 1.200 liter Bio Solar, dua buah drum kapasitas 220 liter yang masing-masing berisi 220 liter Bio Solar.

“Kemudian barang bukti lainnya yakni, 7 buah jerigen dengan kapasitas 35 liter yang masing-masing berisi 35 liter BBM jenis Bio Solar. Sementara itu saat dilakukan penangkapan, keduanya tidak dapat menunjukkan surat – surat terkait dokumen pengangkutan BBM tersebut,”tambahnya.

Sementara itu, Plt Kasubdit I/Indag Ditreskrimsus Polda Kalteng, AKBP Rahmat Abdullah menambahkan, dari hasil penyelidikan kedua tersangka sudah sekitar satu Tahun melakukan kegiatan ilegal tersebut.

“Modusnya mereka membawa BBM jenis Bio Solar dari luar Kalteng, lalu dipasarkan kembali di wilayah Kalteng. Terkait apakah ini termasuk dalam jaringan tertentu masih kita selidiki, “lanjutnya.

Akibat perbuatannya, Kedua tersangka akan dikenakan Pasal 55 UU Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak Dan Gas Bumi yang telah diubah ketentuannya sebagaimana dimaksud dalam UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi UU pada Paragraf 5 Energi Dan Sumber Daya Mineral Pasal 40 yaitu Merubah Ketentuan Pasal 55 UU Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak Dan Gas Bumi.

“Adapun ancaman hukuman bagi kedua terduga pelaku ialah pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp 60.000.000.000,”ungkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.