Semua Pihak Diharapkan Bahu Membahu Menangkal Radikalisme dan Terorisme pada Lingkup Pendidikan Formal dan Informal

oleh -808 Dilihat
oleh
Suasana pembukaan kegiatan Sosialisasi dan Dialog Pengintegrasian Kurikulum Pencegahan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme dalam Lingkup Pendidikan Formal dan Non Formal Tahun 2023. (TO)

PALANGKARAYA, SUARAKALIMANTANMEMBANGUN.COM – Staf Ahli (Sahli) Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko buka Sosialisasi dan Dialog Pengintegrasian Kurikulum Pencegahan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme dalam Lingkup Pendidikan Formal dan Non Formal Tahun 2023, yang diselenggarakan di Ballroom M-Bahalap Hotel Palangka Raya, Kamis (13/7/2023).

Ketika membacakan sambutan Sekretaris Daerah Prov. Kalteng Yuas mengatakan terorisme sebagai ancaman global, berbanding lurus dengan meningkatnya situasi yang mendukung munculnya ekstremisme berbasis kekerasan.

“Cara tersebut terbukti efektif dalam menyebarluaskan propaganda dan pemahaman ekstrem yang bertujuan mempengaruhi masyarakat untuk bersimpati dan mendukung aksi terorisme,” kata Yuas.

Lebih lanjut Yuas menambahkan, pencegahan dan penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme adalah upaya yang dilakukan secara sistematis, terencana, dan terpadu dalam rangka mencegah dan menanggulangi ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme.

“Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme (RAN PE) berfungsi sebagai acuan koordinasi antar Kementerian dan Lembaga serta Pemerintah Daerah dalam bersinergi untuk bersama-sama meningkatkan daya tangkal, menanggulangi ekstremisme berbasis kekerasan, serta mencegah terorisme,” ucap Yuas.

Yuas menjelaskan RAN PE tersebut mencakup tiga pilar, yakni Pilar Pencegahan, yang mencakup kesiapsiagaan, kontra radikalisasi, dan deradikalisasi; Pilar Penegakan Hukum, perlindungan saksi dan korban, dan penguatan kerangka legislasi nasional; serta Pilar Kemitraan dan Kerja Sama Internasional.

“Untuk menangkal ekstremisme, diperlukan peran, sinergi, dan keterpaduan antar unsur Pemerintah, baik Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota, serta seluruh elemen bangsa, termasuk dunia pendidikan. Pengintegrasian kurikulum pencegahan ektremisme dalam lingkungan pendidikan menjadi bagian tidak terpisahkan dalam RAN PE,” imbuhnya.

Yuas berharap sosialisasi dan dialog RAN PE ini dapat menyeragamkan pemahaman, sehingga penyusunan dan pelaporan Rencana Aksi Daerah (RAD) pencegahan dan penanggulangan ekstremisme se-Provinsi Kalteng dapat berjalan masksimal.

Sementara itu, Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Badan Kesbangpol Prov. Kalteng Edy Yusuf menyampaikan dalam laporannya bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk mensosialisasikan RAN PE berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme tingkat Provinsi Kalteng. “Karena saat ini beterbangan teknologi yang membuka akses kepada konten-konten radikal dengan bebas, yang disebarkan melalui media sosial dan situs web, sehingga mudah diakses oleh siapa saja,” ungkapnya.

Selain itu, sambungnya, sosialisasi ini juga bertujuan untuk menjadikan lembaga pendidikan formal dan non formal sebagai benteng dalam pencegahan ekstremisme di kalangan generasi muda melalui pendidikan, yang merupakan kunci untuk menyediakan Sumber Daya Manusia yang handal, yang dapat mengubah sikap dan menambah pengetahuan.

Turut hadir pada acara tersebut, Kepala Kesbangpol Prov. Kalteng Katma F. Dirun, dan mewakili Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Muchlas Razikin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.