Harga Makanan dan Transportasi Dorong Inflasi Kalteng hingga 5,19 Persen

PALANGKA RAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat inflasi tahunan atau year-on-year (y-on-y) di Kalteng mencapai 5,19 persen pada Oktober 2026. Angka tersebut berdasarkan hasil pemantauan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang tercatat sebesar 114,28.

Dari sejumlah wilayah pemantauan, Kabupaten Kapuas mencatat inflasi y-on-y tertinggi sebesar 5,87 persen dengan IHK 115,29. Sementara itu, inflasi terendah terjadi di Sampit sebesar 4,72 persen dengan IHK 113,51.

Kepala BPS Kalteng, Toto Haryanto Silitonga, menyampaikan hal tersebut saat merilis Berita Resmi Statistik di Ruang Vicon BPS Kalteng, Senin (2/11/2026).

Menurutnya, inflasi tahunan tersebut dipengaruhi kenaikan harga pada seluruh kelompok pengeluaran yang menjadi komponen pembentuk IHK.

Bacaan Lainnya
“Kirim

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang kenaikan tertinggi dengan inflasi sebesar 8,33 persen. Disusul kelompok transportasi sebesar 6,29 persen dan kelompok perawatan pribadi serta jasa lainnya sebesar 4,80 persen.

Selanjutnya, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran mengalami inflasi sebesar 3,29 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 3,16 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,38 persen.

Adapun kelompok pakaian dan alas kaki mengalami inflasi sebesar 2,16 persen, kelompok kesehatan 2,09 persen, kelompok pendidikan 1,81 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 1,59 persen, serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,42 persen.

“Tingkat inflasi bulanan (month-to-month atau m-to-m) dan inflasi tahun kalender (year-to-date atau y-to-d) Provinsi Kalimantan Tengah pada Oktober 2026 masing-masing sebesar 0,68 persen dan 3,91 persen,” kata Toto.

Dengan demikian, inflasi Kalteng pada Oktober 2026 tercatat sebesar 5,19 persen secara tahunan, 0,68 persen secara bulanan, dan 3,91 persen sepanjang tahun kalender 2026.

“Kirim

Pos terkait