PALANGKA RAYA – Di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kepungan asap yang masih menjadi perhatian di Kalimantan Tengah, Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Tengah turut mendampingi kunjungan pemantauan Program RBP REDD+ GCF Output 2 di kawasan Hutan Kota Nyaru Menteng, Palangka Raya, Rabu (16/9/2026).
Pemantauan kali ini tidak hanya melihat perkembangan pelaksanaan program, tetapi juga memperhatikan kondisi kawasan dan satwa yang berada di dalamnya. Situasi karhutla dan asap menjadi salah satu hal yang perlu dicermati karena dapat memberikan dampak terhadap habitat serta kesehatan satwa.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Agustan Saining, mengatakan pihaknya turut mendampingi kegiatan tersebut untuk melihat langsung kondisi di lapangan, termasuk keberadaan dan kondisi satwa di kawasan Hutan Kota Nyaru Menteng.
“Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah mendampingi kegiatan pemantauan ini, termasuk melihat kondisi kawasan dan satwa yang ada di Nyaru Menteng di tengah situasi karhutla,” ujar Agustan.
Menurutnya, pemantauan lapangan penting dilakukan untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi kawasan serta memastikan aspek perlindungan terhadap satwa tetap menjadi perhatian, terutama ketika kualitas udara dan kondisi lingkungan terdampak asap karhutla.
Hutan Kota Nyaru Menteng selama ini menjadi salah satu kawasan yang memiliki nilai penting bagi konservasi dan keberadaan satwa. Karena itu, kondisi lingkungan di sekitar kawasan menjadi bagian yang ikut diperhatikan dalam pemantauan.
Agustan menambahkan, pemantauan secara langsung juga diperlukan untuk melihat perkembangan kondisi di lapangan dan menjadi bahan dalam menentukan langkah penanganan apabila ditemukan dampak terhadap kawasan maupun satwa.
“Kita ingin melihat secara langsung kondisi di lapangan, sehingga perkembangan kawasan dan kondisi satwa dapat terus dipantau,” katanya.
Di tengah ancaman karhutla yang masih berlangsung, perhatian terhadap satwa menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga ekosistem. Asap dan perubahan kondisi habitat dapat memengaruhi satwa, sehingga pemantauan menjadi penting untuk mengetahui kondisi mereka secara langsung.








