Karhutla Kalteng Turun 99,62 Persen Dibanding 1997

PALANGKA RAYA – Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Tengah pada 2026 tercatat mengalami penurunan signifikan. Berdasarkan data SIPONGI dan Kementerian Kehutanan periode Januari hingga 1 Agustus 2026, luas areal karhutla mencapai 7.634,46 hektare.

Angka tersebut menjadi yang terendah dalam rangkaian data karhutla Kalimantan Tengah sejak 1997. Kondisi ini sekaligus menunjukkan tren positif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla.

Sebagai informasi, data 2026 merupakan akumulasi periode Januari hingga 1 Agustus 2026 sehingga belum mencakup keseluruhan tahun. Meski demikian, capaian sementara ini menunjukkan perkembangan positif jika dibandingkan dengan catatan historis karhutla di Kalimantan Tengah.

Berdasarkan catatan historis, luas karhutla pada 1997 mencapai sekitar 2.000.000 hektare dan menjadi angka tertinggi dalam rangkaian data. Kondisi tersebut terjadi ketika Kalimantan Tengah menghadapi El Niño yang sangat kuat.

Bacaan Lainnya
“Kirim

Selanjutnya, luas karhutla tercatat 295.202 hektare pada 2002 dan meningkat menjadi 1.722.030 hektare pada 2006 saat terjadi El Niño.

Luas karhutla kemudian menurun menjadi 247.942 hektare pada 2009 dan 183.264 hektare pada 2012. Namun, pada 2015 angka tersebut kembali meningkat menjadi 583.833,44 hektare dalam kondisi El Niño sangat kuat.Setelah itu, luas karhutla turun menjadi 317.749 hektare pada 2019 dan kembali menjadi 165.896,44 hektare pada 2023.Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, capaian 2026 menunjukkan penurunan yang sangat signifikan. Luas karhutla 2026 hanya sekitar 0,38 persen dibandingkan 1997, atau turun sekitar 99,62 persen.

Dibandingkan 2006, penurunannya mencapai sekitar 99,56 persen. Sementara jika dibandingkan dengan 2015, penurunannya mencapai sekitar 98,69 persen.Capaian tersebut menjadi semakin penting karena 2026 tercatat berada dalam kondisi El Niño kuat. Kondisi ini merupakan salah satu faktor iklim yang dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Data historis juga menunjukkan keterkaitan antara kondisi El Niño dengan meningkatnya luas karhutla pada sejumlah tahun sebelumnya.

Penurunan luas karhutla di tengah kondisi yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran menunjukkan capaian positif dalam pengendalian karhutla di Kalimantan Tengah.

Kondisi ini menjadi indikator bahwa upaya pencegahan, pemantauan, kesiapsiagaan, serta penanganan karhutla terus memberikan hasil yang positif.Meski demikian, kewaspadaan tetap harus dipertahankan. Kondisi cuaca dan iklim, khususnya pada musim kemarau, masih dapat meningkatkan potensi kebakaran.

Karena itu, penguatan pencegahan dan respons cepat terhadap setiap potensi karhutla tetap menjadi prioritas seluruh pihak.

Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat diharapkan terus meningkatkan koordinasi, pemantauan wilayah rawan, pencegahan pembukaan lahan dengan cara membakar, serta memperkuat respons cepat terhadap setiap potensi kebakaran hutan dan lahan.

Upaya pengendalian karhutla di Kalimantan Tengah juga mendapat perhatian langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto. Pada Sabtu, 22 Agustus 2026, Presiden meninjau penanganan karhutla di Kalimantan Tengah sekaligus memimpin rapat koordinasi.

“Kirim

Pos terkait