Perjuangan di Tengah Asap, Petugas Dalkarhutla Padamkan Api di Tumbang Nusa

PALANGKA RAYA – Perjuangan petugas pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Dalkarhutla) di Kalimantan Tengah kembali diuji. Di tengah asap pekat dan kondisi lahan gambut yang mudah terbakar, petugas terus berjibaku memadamkan api di kawasan Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren, Kabupaten Pulang Pisau.

Kebakaran terjadi di lokasi kanal Tanjung Pusaka yang tembus ke Jalan Trans Kalimantan Palangka Raya-Banjarmasin. Penanganan dilakukan sebagai tindak lanjut dari kebakaran sebelumnya.

Di lokasi, petugas tidak hanya berhadapan dengan kobaran api. Semak belukar, pakis-pakisan, ilalang, purun danau hingga berbagai jenis pepohonan membuat api berpotensi menjalar dengan cepat.

Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat petugas. Tim Dalkarhutla Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng bersama Tim Pemadaman Darat, TNI/Polri, KPH Kahayan Hilir dan dukungan water bombing BNPB terus bekerja untuk mengendalikan api.

Bacaan Lainnya
“Kirim

Pemadaman dilakukan dengan tiga langkah utama, yakni memadamkan api, membatasi penjalaran, serta melakukan pendinginan untuk memastikan bara tidak kembali menyala.

Dari upaya tersebut, sekitar 1,29 hektare area berhasil dipadamkan. Petugas juga memanfaatkan parit sebagai sumber air untuk mendukung proses pemadaman di lapangan.

Kondisi medan yang berada di lahan gambut menjadi tantangan tersendiri. Asap yang sangat pekat juga membuat jarak pandang petugas terbatas. Meski demikian, tim tetap bertahan hingga proses pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 17.24 WIB.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah Agustan Saining mengatakan, langkah cepat dan kerja bersama menjadi kunci dalam menghadapi karhutla. Upaya tersebut merupakan bagian dari arahan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran untuk terus memperkuat pengendalian karhutla di daerah.

“Petugas harus terus bergerak cepat ketika ditemukan kebakaran. Yang terpenting adalah mencegah api meluas dan memastikan kondisi benar-benar aman setelah pemadaman,”ucapnya.

Dalam hal ini mengapresiasi seluruh personel yang berada di lapangan. Perjuangan petugas dalam kondisi panas, asap pekat dan medan gambut patut mendapat dukungan dari seluruh masyarakat.

“Ini kerja bersama. Petugas di lapangan sudah berjuang tanpa kenal lelah. Kami berharap masyarakat juga ikut menjaga lingkungan dan segera melaporkan jika melihat asap atau titik api,”tambahnya.

Semangat para petugas menjadi pengingat bahwa menjaga Kalteng dari ancaman karhutla bukan hanya tugas satu pihak. Dengan sinergi pemerintah, aparat, petugas pemadam dan masyarakat, api dapat lebih cepat dikendalikan sebelum menimbulkan dampak yang lebih luas.

“Perjuangan di lapangan mungkin tidak selalu terlihat. Namun, setiap langkah petugas memadamkan api adalah upaya menjaga udara tetap bersih, lingkungan tetap aman, dan aktivitas masyarakat tetap berjalan. Tanpa kenal lelah, mereka terus berada di garis depan untuk Kalteng,”ungkapnya.

“Kirim

Pos terkait