Rayakan Dies Natalis ke-14, FISIP UPR Siapkan Prodi Baru dan Program Pascasarjana

Redaksi

PALANGKA RAYA – Tingginya angka pengangguran generasi muda masih menjadi tantangan serius bagi Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Agustus 2025 mencatat jumlah pengangguran nasional mencapai lebih dari 7 juta jiwa, dengan kelompok usia 15–24 tahun mendominasi sebesar 19,40 persen dari total pengangguran terbuka.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Palangka Raya (UPR) dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi persoalan masyarakat.

Komitmen tersebut ditegaskan Dekan FISIP UPR periode 2023–2027, Bhayu Rhama, dalam perayaan Dies Natalis ke-14 FISIP UPR yang digelar di Halaman Halmahera FISIP UPR, Kamis (22/1/2026).

Menurut Bhayu, pemerintah pusat telah merespons tantangan tersebut melalui berbagai program strategis, salah satunya konsep kampus berdampak yang mendorong perguruan tinggi untuk lebih berperan aktif di tengah masyarakat.

“Sebenarnya pemerintah pusat pun sudah memahami hal tersebut. Oleh karena itu, kita ada program strategis dari kementerian, yaitu kampus berdampak, memberikan dampak,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa ke depan, lulusan perguruan tinggi dituntut tidak hanya menguasai teori dan konsep, tetapi juga memiliki kemampuan memecahkan persoalan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.

“Prinsipnya bukan hanya memiliki teori-teori dan konsep yang jelas, tetapi bagaimana mahasiswa mampu memecahkan sebuah masalah dengan segala teknologi yang ada,” jelasnya.

Momentum Dies Natalis ke-14 ini, lanjut Bhayu, dimaknai sebagai ajang refleksi sekaligus penguatan komitmen FISIP UPR dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

“Dies Natalis ini menjadi momentum refleksi bersama,” katanya.

Memasuki usia ke-14, FISIP UPR dituntut untuk semakin adaptif, berkomitmen dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta memperluas jejaring kerja sama melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

Dalam kesempatan tersebut, Bhayu juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika yang telah berkontribusi dalam perjalanan FISIP UPR hingga saat ini.“Saya mengapresiasi dosen, tenaga pendidik, dan mahasiswa,” ungkapnya.

Saat ini, FISIP UPR memiliki tiga program studi yang telah menunjukkan capaian positif. Hal tersebut menjadi dasar penguatan slogan “100 persen prodi unggul” yang diusung fakultas.

“Kita punya tiga prodi dan sebenarnya sudah unggul saat ini,” jelas Bhayu.

Sebagai fakultas yang disebutnya sebagai “rumah pemimpin masa depan”, FISIP UPR juga menekankan pentingnya keteladanan dari para dosen sebagai pendidik.

“Kalau mau meminta mahasiswa atau calon sumber daya yang unggul, maka pengajarnya harus unggul terlebih jauh,” tegasnya.

Selain penguatan kualitas SDM, FISIP UPR juga menargetkan pengembangan institusi melalui pembukaan program studi baru. Dalam waktu dekat, FISIP UPR menargetkan pembukaan program magister (S2), yang kemudian akan dilanjutkan dengan pembukaan program sarjana Ilmu Komunikasi serta Hubungan Internasional.

“Insya Allah di pertengahan tahun ini kita sudah memiliki program studi S2, dan akan dilanjutkan dengan pembukaan prodi sarjana lainnya,” katanya.

Meski demikian, Bhayu menegaskan bahwa apapun bidang keilmuan yang dikembangkan, orientasi utama pendidikan di FISIP UPR tetap pada kemampuan menyelesaikan persoalan.“Apapun jurusannya, kita harus mampu memberikan solusi atas setiap masalah. Tidak ada kata tidak bisa atau tidak mampu, yang ada adalah berusaha semaksimal mungkin,” pungkasnya.

Bagikan:

Tags:

Redaksi

Redaksi

Suara Kalimantan Membangun | Media online dengan semangat inovatif, informatif, dan kreatif. Hadirkan berita, ide, dan inspirasi untuk masyarakat.

Berita Terkait