Barsel Expo dan Festival Budaya Dahani Dahanai 2025 Resmi Dibuka, Meriahkan Hari Jadi ke-66 Kabupaten Barito Selatan

Yoan Pramoga

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-66 Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) kembali menggelar Barsel Expo dan Festival Budaya Dahani Dahanai (FBDD) Tahun 2025.

Acara secara resmi dibuka oleh Bupati Barito Selatan Eddy Raya Samsuri, berlangsung meriah di Stadion Batuah, Buntok, Rabu (17/9/2025).

Dalam sambutannya, Eddy Raya mengatakan bahwa peringatan hari jadi ke-66 ini bukan hanya menjadi ajang seremonial, tapi juga momen untuk mempererat kebersamaan seluruh masyarakat Barsel.

“Kami ingin euforia perayaan hari jadi ini bisa dirasakan oleh semua masyarakat, baik di Bumi Dahani Dahanai Tuntung Tulus maupun di seluruh Kalimantan Tengah,” ujar Eddy.

Bupati juga menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Barsel Expo dan FBDD 2025 yang melibatkan banyak pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat.

“Terima kasih kepada seluruh panitia dan peserta yang sudah bekerja keras menyukseskan kegiatan ini. Semoga acara berjalan lancar dan membawa dampak positif bagi masyarakat serta perekonomian daerah,” tuturnya.

Eddy juga mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi dan memohon ridho Tuhan agar kegiatan ini menjadi berkah bagi Barsel.

“Semoga Allah SWT selalu memberikan kekuatan dan menyertai setiap langkah kita dalam memajukan daerah yang kita cintai ini,” tambahnya.

Tahun ini, Barsel Expo 2025 diikuti oleh 358 peserta, terdiri dari:

  1. 60 tenda OPD dan BUMN
  2. 50 tenda UMKM ukuran 5×5
  3. 30 tenda UMKM ukuran 3×3
  4. 218 peserta Pedagang Kaki Lima (PKL) mandiri

Sementara itu, Festival Budaya Dahani Dahanai (FBDD) tahun ini diikuti sekitar 600 peserta dari berbagai OPD, kecamatan, dan kelurahan, dengan total 990 kontingen.

Mereka akan bersaing di 11 cabang lomba memperebutkan total hadiah Rp100 juta, termasuk Rp20 juta untuk juara umum.

Ada yang menarik tahun ini, beberapa lomba tradisional seperti malamang, maneweng, manetek, dan tari daerah ditiadakan.

Sebagai gantinya, panitia menghadirkan cabang lomba baru seperti lagu pop daerah, manjawet uwei (anyaman rotan), dan lukis ornamen yang tak kalah seru dan kreatif. (Ahaf)

Bagikan:

Tags:

Berita Terkait