Silaturahmi Nasional (Silatnas) Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Indonesia (BEM PTMAI) di Surakarta menjadi momentum bagi mahasiswa Muhammadiyah se-Kalimantan untuk mendorong pemerataan keterwakilan dalam kepemimpinan organisasi tingkat nasional.
Sebanyak 11 kampus Muhammadiyah se-Kalimantan menyatakan kesiapan untuk menghadiri dan menyukseskan agenda tersebut. Selain memperkuat hubungan antarkampus, partisipasi ini diharapkan membuka ruang lebih luas bagi mahasiswa Kalimantan untuk terlibat dalam pengambilan keputusan organisasi.
Presidium Nasional Zona 2 BEM PTMAI se-Kalimantan, Arif Bayu Basyariman, mengatakan mahasiswa dari Kalimantan memiliki potensi kader dan gagasan yang dapat berkontribusi terhadap perkembangan gerakan mahasiswa Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di tingkat nasional.
Menurutnya, Silatnas tidak seharusnya hanya menjadi forum silaturahmi dan konsolidasi, tetapi juga ruang untuk mempertemukan berbagai aspirasi daerah dalam menentukan arah organisasi ke depan.
“Mahasiswa Kalimantan memiliki potensi kader, gagasan, dan semangat perjuangan yang siap diaktualisasikan untuk kemajuan organisasi. Karena itu, kami berharap ada ruang yang lebih luas bagi mahasiswa daerah untuk mengambil peran strategis di tingkat nasional,” ujar Bayu dalam keterangannya, Rabu (21/10/2026).
Ia menegaskan, keterwakilan mahasiswa Kalimantan dalam struktur pusat BEM PTMAI perlu menjadi perhatian bersama. Menurutnya, kepemimpinan organisasi mahasiswa nasional akan semakin kuat apabila memberikan kesempatan yang proporsional kepada kader dari berbagai wilayah.
Bayu juga mendorong agar para Presiden Mahasiswa (Presma) BEM dari kampus-kampus Muhammadiyah se-Kalimantan memperoleh kesempatan berkontribusi dalam struktur pusat BEM PTMAI.
Ia menilai, keterlibatan tersebut bukan semata-mata persoalan posisi atau jabatan organisasi, melainkan bagian dari upaya memperkuat kaderisasi, memperluas perspektif kepemimpinan, dan memastikan aspirasi daerah turut diperhitungkan dalam perumusan kebijakan.
“Kami ingin mahasiswa Kalimantan tidak hanya hadir sebagai peserta dalam forum nasional, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam kepemimpinan dan menentukan arah gerakan BEM PTMAI ke depan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bayu berharap Silatnas di Surakarta dapat menjadi ruang dialog yang produktif bagi seluruh delegasi untuk membangun kesepahaman, memperkuat kolaborasi, dan merumuskan langkah strategis bagi keberlanjutan organisasi.
Baginya, pemerataan keterwakilan merupakan bagian penting dalam membangun organisasi mahasiswa yang inklusif dan representatif. Dengan melibatkan kader dari berbagai daerah, BEM PTMAI diharapkan mampu menghimpun gagasan yang lebih beragam dalam merespons persoalan mahasiswa dan masyarakat.
Partisipasi 11 kampus Muhammadiyah se-Kalimantan diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat posisi mahasiswa daerah dalam gerakan mahasiswa nasional. Dengan semangat persatuan dan nilai-nilai Islam berkemajuan, mahasiswa Kalimantan ingin turut mendorong BEM PTMAI menjadi organisasi yang terbuka, kolaboratif, dan mampu mewadahi aspirasi seluruh wilayah Indonesia.








