Menjaga Gambut Nusantara, Mengapa Jakarta Perlu Melibatkan Putra Kalteng?

Kalimantan Tengah (Kalteng) bukan sekadar daerah yang memiliki hamparan lahan gambut luas. Provinsi ini juga menjadi salah satu kawasan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem gambut di Indonesia.

Selama bertahun-tahun, Kalteng menghadapi tantangan besar dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga bahwa upaya menjaga gambut membutuhkan kepemimpinan yang kuat, kebijakan yang tepat, serta pemahaman mendalam terhadap kondisi di lapangan.

Karena itu, pelibatan figur yang memahami karakteristik gambut dan dinamika masyarakat setempat dalam jajaran Kementerian Kehutanan maupun Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) menjadi hal yang patut dipertimbangkan.

Dalam konteks tersebut, nama mantan Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran, layak menjadi salah satu figur yang diperhitungkan.

Bacaan Lainnya
“Kirim

Selama memimpin Bumi Tambun Bungai, Sugianto memiliki pengalaman dalam menghadapi persoalan karhutla dan mendorong koordinasi lintas sektor. Upaya penanganan bencana lingkungan tidak hanya membutuhkan dukungan pemerintah daerah, tetapi juga keterlibatan TNI/Polri, masyarakat, serta berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam melihat persoalan gambut secara lebih menyeluruh, mulai dari pencegahan kebakaran, pengelolaan tata air, hingga upaya menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Pengalaman Lapangan Menjadi Modal PentingPengelolaan gambut tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan yang disusun dari pusat. Pemahaman terhadap kondisi geografis, karakteristik lahan, serta tantangan yang dihadapi masyarakat di sekitar kawasan gambut juga sangat diperlukan.

Dalam hal ini, pengalaman kepala daerah yang pernah menghadapi persoalan karhutla dapat menjadi bekal berharga untuk merumuskan kebijakan yang lebih sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Pengelolaan tata air atau water management, mitigasi dini, serta koordinasi dalam penanganan kebakaran merupakan sejumlah aspek yang perlu mendapat perhatian serius.

Dengan pengalaman yang dimiliki, Sugianto Sabran dapat dipertimbangkan untuk berkontribusi dalam memperkuat strategi pengelolaan gambut di tingkat nasional.Memahami Masyarakat dan Kearifan Lokal.

Selain aspek teknis, pendekatan kepada masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menjaga ekosistem gambut.

Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan gambut memiliki pengalaman dan pengetahuan lokal yang perlu diperhatikan dalam setiap program perlindungan lingkungan. Kebijakan yang melibatkan masyarakat sejak awal akan lebih berpeluang mendapatkan dukungan dan berjalan secara berkelanjutan.

Pemahaman terhadap kondisi sosial dan budaya masyarakat Kalteng dapat menjadi nilai tambah dalam merancang program restorasi gambut serta pencegahan karhutla.

Pendekatan ini sekaligus menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Saatnya Pengalaman Daerah Berkontribusi untuk Nasional

Pelibatan putra daerah yang memiliki pengalaman dan kompetensi dalam pengelolaan gambut bukan semata-mata persoalan asal daerah. Hal yang lebih penting adalah bagaimana pengalaman tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi kepentingan nasional.

Dalam konteks ini, Sugianto Sabran merupakan salah satu figur yang dapat dipertimbangkan berdasarkan pengalamannya memimpin Kalteng dan menghadapi tantangan lingkungan di daerah.

Pengalaman daerah yang relevan dapat menjadi bahan pembelajaran untuk memperkuat kebijakan nasional, terutama dalam upaya mencegah karhutla, memulihkan ekosistem gambut, dan menjaga kawasan mangrove. Jika pemerintah ingin memperkuat perlindungan gambut secara berkelanjutan, keterlibatan figur yang memahami persoalan di lapangan patut menjadi bagian dari pertimbangan.

Pada akhirnya, menjaga gambut Nusantara membutuhkan kebijakan yang tepat, pelaksanaan yang konsisten, serta sumber daya manusia yang memahami persoalan secara menyeluruh. Pengalaman dari Kalteng layak mendapat ruang untuk berkontribusi lebih luas, demi kelestarian lingkungan dan kepentingan generasi mendatang.

“Kirim

Pos terkait