Palangka Raya – Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ditunjukkan Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Palangka Raya, Bush Valentino, saat berbincang dengan Amar, seorang pedagang kecil yang merasakan dampak kabut asap terhadap aktivitas usahanya.
Dalam perbincangan tersebut, Bush mendengarkan langsung cerita Amar mengenai kondisi yang dihadapinya selama kabut asap menyelimuti wilayah Kalimantan Tengah. Sebagai pedagang yang mengandalkan penghasilan harian, Amar mengaku kesulitan mendapatkan pendapatan di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih.
Percakapan itu menjadi gambaran bahwa dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan kondisi lingkungan dan kesehatan, tetapi juga menyentuh kehidupan ekonomi masyarakat kecil yang berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Bagi pedagang seperti Amar, berkurangnya penghasilan menjadi tantangan tersendiri. Meski demikian, ia tetap berusaha menjalankan aktivitasnya dan berharap kondisi udara segera membaik agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan nyaman.
Kehadiran Bush dalam perbincangan tersebut mencerminkan pentingnya kepedulian sosial dan kesediaan untuk mendengarkan langsung suara masyarakat.
“Di tengah situasi sulit akibat kabut asap, perhatian dan empati menjadi bagian penting dalam menjaga semangat serta memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kondisi yang mereka alami,” ucapnya.
Karhutla merupakan persoalan bersama yang membutuhkan kepedulian dan kerja sama berbagai pihak.
“Selain upaya pemadaman dan pencegahan, perhatian terhadap masyarakat yang terdampak juga perlu menjadi bagian dari penanganan, terutama bagi kelompok yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas sehari-hari,” tambahnya.
Harapan agar Kalimantan Tengah kembali bersih dari kabut asap menjadi keinginan bersama. Dengan kondisi lingkungan yang membaik, masyarakat diharapkan dapat kembali menjalankan aktivitas secara normal, sementara para pedagang kecil bisa kembali mencari nafkah dengan lebih tenang.
“Kepedulian terhadap sesama, sekecil apa pun bentuknya, menjadi pengingat bahwa di balik persoalan karhutla terdapat kehidupan masyarakat yang perlu diperhatikan bersama,” ungkapnya.








