PALANGKA RAYA-Jumlah titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah kembali meningkat. Berdasarkan data pemantauan periode 2–9 September 2026, tercatat sebanyak 2.340 hotspot pada 9 September.
Data tersebut bersumber dari SIPONGI Kementerian Kehutanan. Sebelumnya, jumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan medium-high sempat turun cukup signifikan, dari 5.746 titik pada 6 September menjadi 1.824 titik pada 7 September, kemudian kembali turun menjadi 950 titik pada 8 September.
Namun, pada 9 September jumlahnya kembali meningkat menjadi 2.340 titik.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah Agustan Saining mengatakan, perkembangan hotspot terus menjadi perhatian dalam penanganan karhutla di wilayah Kalteng.
“Berdasarkan data tersebut, sejumlah daerah tercatat menyumbang hotspot cukup tinggi pada 9 September. Di antaranya Kota Palangka Raya sebanyak 398 titik, Barito Selatan 36 titik, Gunung Mas 34 titik, Kapuas 247 titik, Katingan 218 titik, Kotawaringin Timur 281 titik, Pulang Pisau 560 titik, dan Seruyan 228 titik,”ucapnya Kamis (10/9/2026).
Sementara itu, beberapa daerah mencatat jumlah hotspot lebih rendah, seperti Barito Timur satu titik, Barito Utara dua titik, serta Murung Raya yang tercatat nihil pada 9 September.
“Secara keseluruhan, data menunjukkan jumlah hotspot mengalami fluktuasi sepanjang periode 2 hingga 9 September. Pada 2 September tercatat 4.861 titik, kemudian turun menjadi 3.552 titik pada 3 September,” tambahnya.
Jumlah tersebut kembali meningkat menjadi 4.436 titik pada 4 September dan 5.357 titik pada 5 September. Puncaknya dalam periode tersebut tercatat 5.746 titik pada 6 September, sebelum turun tajam pada dua hari berikutnya.
“Saat ini, status tanggap darurat karhutla Kalteng berlangsung pada 31 Agustus hingga 29 September 2026. Tingkat kepercayaan data hotspot dalam materi berada pada kategori medium-high,” ungkapnya.








