PALANGKA RAYA – Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah terus dilakukan secara cepat dan responsif. Personel Dalkarhutla Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng kembali bergerak setelah menerima laporan masyarakat terkait kebakaran di Jalan Surung, Kelurahan Kereng Bangkirai, Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya, Jumat (14/8/2026).
Laporan tersebut diterima sekitar pukul 11.52 WIB. Petugas langsung menuju lokasi dan melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas. Kebakaran terjadi di kawasan dengan kondisi semak belukar, pakis-pakisan, pohon akasia dan pohon tumih.
Kondisi lahan yang berupa gambut berpasir membuat api berpotensi menjalar dengan cepat. Petugas kemudian melakukan pemadaman, pembatasan penjalaran api, serta pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala.
Sebanyak satu unit Mobil Tangki Water Supply berkapasitas 5.000 liter, Slip On & Rescue Thanoz, Y Connector, selang tembak, nozzle spray, serta perangkat komunikasi dikerahkan untuk mendukung proses penanganan.
Dari hasil penanganan, luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 0,13 hektare. Seluruh area tersebut berhasil dipadamkan dan kondisi terakhir dinyatakan padam total.Pemadaman berakhir sekitar pukul 13.11 WIB. Kecepatan petugas dalam merespons laporan masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah api berkembang lebih luas, terutama di tengah kondisi lahan yang relatif kering.
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran melalui Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng Agustan Saining terus mendorong kesiapsiagaan personel dalam menghadapi ancaman karhutla. Respons cepat di lapangan dinilai penting agar setiap titik api dapat segera ditangani sebelum meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
“Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan apabila melihat adanya titik api atau asap di sekitar lingkungannya. Kolaborasi antara masyarakat dan petugas menjadi salah satu kunci dalam mempercepat penanganan karhutla di Kalteng,” ungkapnya.








