Laporan Masuk, Petugas Langsung Bergerak Padamkan Karhutla di Bukit Tunggal

PALANGKA RAYA – Semangat petugas dalam mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah tidak pernah surut. Setiap laporan masyarakat langsung direspons dengan cepat untuk mencegah api meluas dan menimbulkan dampak lebih besar.

Hal itu terlihat saat personel Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng bersama unsur Kodam TNI AD dan TSAK Kecamatan Jekan Raya bergerak cepat menangani karhutla di kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 10, tepatnya sekitar Bereng Kalingu Garden, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Jumat (14/8/2026).

Laporan mengenai titik api tersebut diterima petugas dari masyarakat melalui WhatsApp sekitar pukul 10.39 WIB. Tak ingin api menjalar, tim langsung menuju lokasi dengan membawa sarana pemadaman.

Petugas mengerahkan satu unit mobil tangki Water Supply berkapasitas 5.000 liter milik Dalkarhutla Dishut Kalteng. Peralatan pendukung seperti Y Connector, selang tembak, nozzle spray, handy talky, serta telepon seluler turut digunakan dalam proses penanganan.

Bacaan Lainnya
“Kirim

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran melalui Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng Agustan Saining mengatakan, langkah cepat di lapangan menjadi bagian penting dalam upaya mencegah karhutla berkembang menjadi lebih luas.

“Setiap laporan yang masuk harus segera direspons. Jangan sampai api yang awalnya kecil berkembang dan sulit dikendalikan. Kecepatan petugas di lapangan menjadi salah satu kunci,”ucapnya.

Di lokasi, api membakar berupa semak belukar dan pakis-pakisan di kawasan dengan jenis tanah gambut. Tim tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga membatasi penjalaran api dan melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala.

“Berkat respons cepat dan kerja bersama seluruh personel, api berhasil dipadamkan hingga kondisi dinyatakan padam total. Luas area yang berhasil dipadamkan tercatat sekitar 0,01 hektare,”tambahnya.

Proses pemadaman berlangsung singkat. Tim mulai melakukan penanganan setelah menerima laporan dan mengakhiri kegiatan pada pukul 10.51 WIB.

“Semangat dan kesiapsiagaan petugas harus terus dijaga. Kita tidak boleh lengah. Sekecil apa pun laporan kebakaran, tetap harus ditindaklanjuti dengan cepat,”lanjutnya.

Selain mengandalkan kesiapan personel, partisipasi masyarakat juga dinilai sangat penting. Laporan warga menjadi salah satu sumber informasi awal yang membantu petugas bergerak sebelum api semakin besar.

“Peran masyarakat sangat penting. Kalau melihat ada asap atau titik api, segera laporkan. Informasi cepat dari masyarakat membantu petugas melakukan penanganan lebih cepat,”ungkapnya.

“Kirim

Pos terkait