PALANGKA RAYA-Gubernur Kalimantan Tengah H Agustiar Sabran melalui Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kalimantan Tengah, Sutoyo, menekankan pentingnya penguatan pemahaman tugas dan fungsi seluruh aparatur di lingkungan Bapenda sebagai langkah awal dalam mengoptimalkan penerimaan pajak daerah.
“Sebelum melakukan sosialisasi kepada masyarakat, seluruh aparatur sipil negara (ASN) maupun tenaga kontrak yang bertugas di Bapenda, termasuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) kabupaten dan kota, harus terlebih dahulu memahami secara menyeluruh tugas, fungsi, serta berbagai regulasi yang menjadi dasar pelaksanaan pelayanan perpajakan,”ucapnya Rabu (5/8/2026).
Selain itu yang paling utama adalah memperbaiki dari dalam terlebih dahulu. Dalam hal ini berharap seluruh ASN dan tenaga kontrak memahami tugas dan fungsinya. Setelah itu baru mereka dapat menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat.
“Berbagai kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan perpajakan daerah, baik yang bersumber dari undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan menteri, peraturan daerah, maupun peraturan gubernur, perlu disosialisasikan secara luas agar masyarakat memahami hak, kewajiban, serta berbagai kemudahan yang telah diberikan pemerintah,”tambahnya.
Selain itu mengajak seluruh pegawai untuk memulai sosialisasi dari lingkungan terdekat. Penyampaian informasi tidak harus selalu melalui kegiatan formal, tetapi dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari melalui keluarga, kerabat, rekan kerja, hingga komunitas yang diikuti.
“Sampaikan terlebih dahulu kepada istri, anak, saudara, rekan kerja, kemudian kepada komunitas, paguyuban, kelompok pengajian, maupun kegiatan sosial lainnya. Dari lingkaran kecil itulah informasi akan terus menyebar,”lanjutnya.
Pendekatan komunikasi dari mulut ke mulut masih efektif meski saat ini era digital telah berkembang pesat. Bahkan, menurutnya, sebelum adanya media digital, metode tersebut terbukti mampu menjangkau masyarakat secara luas karena dilakukan secara berantai.
“Dulu belum ada digitalisasi, tetapi sosialisasi tetap bisa dilakukan secara masif karena informasi disampaikan secara sambung-menyambung dari satu orang ke orang lain. Semangat itu yang perlu kita hidupkan kembali,”ungkapnya.








