Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau Catat Inflasi 3,11 Persen di Kalteng pada Juli 2025

Redaksi

Palangka Raya-Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat kelompok makanan, minuman, dan tembakau pada Juli 2025 Provinsi Kalimantan Tengah
mengalami inflasi y-on-y sebesar 3,11 persen atau terjadi peningkatan indeks dari 108,81
pada Juli 2024 menjadi 112,19 pada Juli 2025.

Kepala BPS Provinsi Kalimantan TengahAgnes Widiastuti mengatakan, bahwa subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y tertinggi, yaitu subkelompok minuman yang tidak beralkohol sebesar 9,37 persen.

“Sementara subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y
terendah yaitu subkelompok makanan sebesar 2,30 persen,”ucapnya saat melaksanakan preslist di Aula BPS Kalteng, Jumat (1/8/2025).

Selain itu, secara y-on-y, kelompok ini pada Juli 2025 memberikan andil/sumbangan inflasi sebesar 1,22
persen.

“Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu: bawang
merah sebesar 0,25 persen, Sigaret Kretek Mesin (SKM) sebesar 0,20 persen, kopi bubuk
Perkembangan Indeks Harga Konsumen Juli 2025
BRS No. 45/08/Th. XIX, 1 Agustus 2025,” tambahnya.

Kemudian sebesar 0,19 persen, cabai rawit sebesar 0,16 persen, tomat sebesar 0,12 persen, minyak goreng sebesar 0,10 persen, mie kering instant sebesar 0,06 persen, udang basah sebesar 0,05 persen kangkung, ikan peda, dan terong masing-masing sebesar 0,04 persen, Sigaret
Kretek Tangan (SKT) sebesar 0,03 persen, serta makanan ringan/snack, kelapa, ikan tongkol/ ikan ambu-ambu, ikan layang/ikang benggol, Sigaret Putih Mesin (SPM), cabai merah, kue basah, dan air kemasan masing-masing sebesar 0,02 persen.

“Sedangkan komoditas yang
dominan memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, yaitu: ikan nila sebesar 0,18 persen,
daging ayam ras dan beras masing-masing sebesar 0,10 persen, ikan papuyu sebesar 0,05
persen, ikan gabus sebesar 0,03 persen, susu bubuk untuk balita dan ikan patin masing-masing sebesar 0,02 persen, serta ayam hidup, ikan kapar, ikan mas, wortel, kentang, dan kol
putih/kubis masing-masing sebesar 0,01 persen,”lanjutnya.

Sedangkan secara m-to-m, kelompok ini pada Juli 2025 memberikan andil/sumbangan inflasi sebesar 0,27 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m, yaitu: cabai rawit sebesar 0,11 persen, daging ayam ras sebesar 0,10 persen, tomat sebesar 0,09 persen, kopi bubuk sebesar 0,07 persen.

“Selanjutnya Sigaret Kretek Mesin (SKM) sebesar 0,05
persen, bawang merah sebesar 0,03 persen, ikan peda sebesar 0,02 persen, serta minyak
goreng, kangkung, bumbu masak jadi, Sigaret Kretek Tangan (SKT), ikan saluang, biskuit, dan
telur ayam ras masing-masing sebesar 0,01 persen,”tuturnya.

Sedangkan komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m, yaitu: ikan gabus sebesar 0,14 persen, ketimun sebesar 0,03 persen.

“Kemudian ikan nila sebesar 0,02 persen, serta ikan baung, terong, cumi-cumi, cabai merah, ikan lais, kunyit, ikan kapar, dan buncis masing-masing sebesar 0,01 persen,” ungkapnya.

Bagikan:

Tags:

Redaksi

Redaksi

Suara Kalimantan Membangun | Media online dengan semangat inovatif, informatif, dan kreatif. Hadirkan berita, ide, dan inspirasi untuk masyarakat.

Berita Terkait

Tinggalkan komentar