Mahasiswa UPR Kembangkan Fondasi Rumah Amfibi untuk Mitigasi Banjir di Desa Tewang Panjang

Redaksi

Katingan, Kalimantan Tengah-Dalam upaya memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi banjir tahunan, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum dan Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya (UPR) melaksanakan Program Mahasiswa Berdampak bertajuk “Peningkatan Kapasitas Masyarakat dalam Mitigasi Banjir melalui Pelatihan dan Penerapan Rumah Amfibi Ark’a Modulam Type Alt 3 Pola A-2.1 di Wilayah Rawan Bencana.”

Sumber dana pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat ini merupakan hibah dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (KemendiktiSaintek). berlangsung di Desa Tewang Panjang, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan.Kegiatan meliputi pelatihan kesiapsiagaan bencana, sosialisasi teknologi rumah amfibi, serta penerapan konstruksi fondasi adaptif berbasis sistem daya apung yang dirancang untuk menyesuaikan tinggi muka air saat banjir.

Warga diperkenalkan pada teknologi Ark’a Modulam Type Alt 3 Pola A-2.1, inovasi konstruksi rumah yang dapat mengapung ketika banjir dan kembali menapak saat air surut.Selain penerapan teknologi, program ini juga melahirkan Organisasi Pemuda Tanggap Bencana Desa Tewang Panjang yang nantinya mendapatkan legalitas resmi dari pemerintah desa.

Organisasi ini menjadi wadah bagi pemuda desa untuk berperan aktif dalam mitigasi bencana.Dekan Fakultas Hukum Universitas Palangka Raya, Dr. Thea Farina memberikan apresiasi atas keterlibatan mahasiswa dalam program pengabdian ini.

“Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada mahasiswa yang telah berinisiatif melaksanakan kegiatan ini. Program seperti ini mencerminkan semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat, sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Palangka Raya tidak hanya berprestasi di kampus, tetapi juga mampu membawa manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya.”

Ia menambahkan bahwa program mitigasi banjir berbasis teknologi lokal ini dapat menjadi langkah awal menuju masyarakat yang adaptif terhadap perubahan iklim.

“Harapan saya, kegiatan ini dapat memberikan pengetahuan baru, membuka kesadaran bersama, dan menjadi langkah awal menuju pembangunan masyarakat yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim dan potensi bencana. Semoga kerja sama antara universitas, pemerintah desa, dan masyarakat dapat terus terjalin.”

Pemerintah Desa Tewang Panjang menyambut baik kegiatan tersebut. Sekretaris Desa, Manuel Mangundap menilai inovasi rumah amfibi mampu memberikan solusi nyata bagi permukiman yang kerap terdampak banjir.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena membantu masyarakat memahami cara menghadapi banjir serta mengenal inovasi rumah amfibi sebagai solusi hunian adaptif. Kami melihat antusiasme warga yang tinggi dan berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut. Terima kasih kepada seluruh tim mahasiswa yang telah berkontribusi nyata bagi kemajuan Desa Tewang Panjang. Salam dari kami Pemerintah Desa Tewang Panjang.

”Melalui program ini mahasiswa tak hanya mengedukasi masyarakat, namun juga melakukan pendampingan teknis dalam pembangunan prototipe fondasi rumah amfibi yang dapat diterapkan secara mandiri oleh warga. Konsep ini diharapkan menjadi alternatif hunian berbiaya terjangkau bagi masyarakat bantaran sungai dan dataran rendah.

Program PM-BEM UPR tersebut menjadi salah satu bentuk penerapan inovasi Kampus ke masyarakat, sekaligus kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah rawan bencana di Kalimantan Tengah.

Bagikan:

Tags:

Redaksi

Redaksi

Suara Kalimantan Membangun | Media online dengan semangat inovatif, informatif, dan kreatif. Hadirkan berita, ide, dan inspirasi untuk masyarakat.

Berita Terkait