Palangka Raya-Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti mengatakan, perkembangan harga berbagai komoditas pada September 2025 di Kalimantan Tengah. Secara umum menunjukkan adanya peningkatan dibanding bulan yang sama tahun 2024.
“Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Kalimantan Tengah di 4 kabupaten/kota, pada
September 2025 terjadi inflasi y-on-y sebesar 2,35 persen, atau terjadi peningkatan Indeks
Harga Konsumen (IHK) dari 105,60 pada September 2024 menjadi 108,08 pada September 2025. Sementara secara m-to-m mengalami inflasi sebesar 0,33 persen dan secara y-to-d inflasi sebesar 1,35 persen,”ucapnya dalam preslit di Aula BPS Kalteng, Rabu (1/10/2025).
Selain itu Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,45 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,89 persen, kelompok perumahan, air, istrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,56 persen.
“Kelompok kesehatan sebesar 1,37
persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,55 persen, kelompok pendidikan sebesar 2,03 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,95 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 8,92 persen,”tambahnya.
Sementara kelompok yang mengalami penurunan indeks harga adalah kelompok perlengkapan, peralatan,
dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,21 persen, kelompok transportasi sebesar
0,56 persen, dan kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,16 persen.
“Pada September 2025, kelompok pengeluaran yang memberikan andil inflasi y-on-y, yaitu:
kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,32 persen, kelompok pakaian dan
alas kaki sebesar 0,08 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,08 persen,”lanjutnya.
Kemudian kelompok kesehatan sebesar 0,03 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,01 persen, kelompok pendidikan sebesar 0,07 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,32 persen, dan kelompok perawatan
pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,51 persen.
“Sementara kelompok pengeluaran yang memberikan andil deflasi y-on-y, yaitu: kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,01 persen, kelompok transportasi sebesar 0,05 persen, dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen,”tuturnya.
Kemudian komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y pada September 2025, antara lain: emas perhiasan, daging ayam ras; bawang merah, Sigaret Kretek Mesin (SKM), kopi bubuk, minyak goreng, ikan bakar, beras, mie kering instant, nasi dengan lauk, udang basah, kangkung, telur ayam ras, sewa rumah, Sigaret Kretek Tangan (SKT), ikan peda, ikan lais, kontrak rumah,
ikan tongkol/ ikan ambu-ambu, dan sepeda motor.
“Sementara komoditas yang memberikan andil deflasi y-on-y, antara lain: ikan nila, angkutan udara, bensin, ikan papuyu, semangka, ikan gabus, ikan kapar, sabun detergen bubuk, ayam hidup, bawang putih, susu bubuk untuk balita, angkutan antar kota, ikan saluang, seng, terong, telepon seluler, kacang panjang, ikan bawal, ikan mas, dan besi beton,”ungkapnya.







