PALANGKA RAYA–Kepala BMKG Kalimantan Tengah, Agung Sudiono Abadi melakukan kunjungan ke Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah, Senin (15/9).
Dalam kunjungan tersebut, Agung menegaskan pentingnya memastikan informasi peringatan dini cuaca ekstrem tersampaikan dengan baik hingga ke pemerintah daerah dan masyarakat.
“Tujuan kami datang ke Pusdalops adalah memastikan seluruh informasi yang dikeluarkan BMKG, baik peringatan harian, tiga harian, maupun tujuh harian, benar-benar tersampaikan kepada BPBD dan para pengguna informasi,”ucapnya.
Berdasarkan arahan dari BMKG pusat pada 13 September lalu, Kalimantan Tengah termasuk salah satu provinsi yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan, yakni pada 13–20 September.
“Sejumlah wilayah diperkirakan masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, terutama pada 15–19 September,” tambahnya.
Sementara pada 20 September diprediksi terjadi pertumbuhan awan signifikan yang dapat memicu hujan lebat di beberapa daerah.
“Untuk Kota Palangka Raya, potensi hujan lebat diperkirakan masih ada pada 15, 17, 18, dan 19 September,”lanjutnya.
Terkait potensi banjir, hal tersebut tidak hanya dipengaruhi curah hujan, melainkan juga kondisi sungai. Data dari Balai Wilayah Sungai (BWS) menunjukkan tinggi muka air sungai di sejumlah titik di Kalteng sangat menentukan kemungkinan terjadinya banjir.
“Curah hujan yang tinggi memang bisa menjadi faktor, tetapi jika kondisi sungai sudah pasang, banjir bisa saja terjadi meski hujan tidak terlalu deras. Karena itu, data hidrologi dari BWS menjadi sangat penting untuk dikombinasikan dengan prediksi cuaca BMKG,”tuturnya.
Koordinasi dengan Pusdalops BPBD sangat penting agar informasi yang lengkap mulai dari prakiraan cuaca hingga data potensi banjir dapat tersampaikan kepada seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat.
“Harapan kami, dengan informasi yang komprehensif ini, masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Sehingga, jika terjadi bencana, semua pihak sudah lebih siap menghadapi,”ungkapnya.








Tinggalkan komentar