Merantau ke Kalteng, Suhantoro Mantap Tekuni Profesi Terapis

Redaksi

PALANGKA RAYA-Di balik sebuah griya terapi di Kota Palangka Raya, ada sosok sederhana bernama Suhantoro. Pria kelahiran 1977 asal Salatiga ini sudah malang melintang di dunia pijat dan terapi sejak 2011.

Awalnya, Suhantoro merantau ke Sampit dengan niat mencari pekerjaan sebagai sopir. Namun, kemampuan pijat yang diwarisinya dari sang ibu almarhumah perlahan membuka jalan hidup baru.

“Saya waktu itu hanya panggilan saja, belum buka tempat khusus. Dari situ banyak orang yang cocok, lalu jadi langganan,”ucapnya saat di tempat kerjanya, Rabu (3/9/2025).

Sekitar dua tahun lalu, memutuskan pindah ke Palangka Raya mengikuti sang istri, Desi, yang bekerja di kota ini. Dari situlah Griya Terapi Suhantoro mulai beroperasi. Meski terbilang baru, kehadirannya cepat dikenal karena banyak pelanggan lama dari Sampit yang kini berdinas di Palangka Raya dan kembali mencari jasanya.

“Alhamdulillah, banyak teman-teman yang dulu pernah pijat di Sampit, sekarang kalau ada di Palangka Raya, mereka datang lagi,”tambahnya.

Selain pijat untuk kebugaran, juga menangani terapi khusus, seperti pasien stroke. Kemampuan itu diakui berasal dari ketelatenan dan warisan keahlian orang tua.

“Sebelum mantap membuka griya terapi, sempat mencoba usaha lain. Saya dulu sempat jualan makanan keliling pakai mobil, dititip ke warung-warung. Tapi waktunya habis di jalan, akhirnya saya kembali ke profesi yang sudah ada,”lanjutnya.

Tentunya dalam hal ini berharap bisa mengembangkan usaha terapinya di Palangka Raya.

“Mudah-mudahan bisa berkembang di sini, bisa bermanfaat untuk banyak orang,”ungkapnya.

Bagikan:

Tags:

Redaksi

Redaksi

Suara Kalimantan Membangun | Media online dengan semangat inovatif, informatif, dan kreatif. Hadirkan berita, ide, dan inspirasi untuk masyarakat.

Berita Terkait

Tinggalkan komentar