Penanganan gambut di Kalteng, dari tahun ke tahun sudah membaik

oleh -55 Dilihat
oleh
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya Bakar meresmikan Pusat Informasi Standar dan IPTEK Gambut Camppeat Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Tumbang Nusa

Palangka Raya-Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya Bakar meresmikan Pusat Informasi Standar dan IPTEK Gambut Camppeat Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Tumbang Nusa, di CAMP KHDTK Tumbang Nusa, BPSI LHK Banjarbaru, Badan Standarisasi Instrumen LHK, Sabtu 20 April 2024 malam.

Dalam sambutannya, Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar mengatakan, seluruh persoalan gambut yang menjadi masalah di Kalteng sudah dapat diperbaiki, kecuali gambut di bagian utara. 

“Dengan adanya Camppeat ini, saya minta kuatkan studi, kuatkan ilmu pengetahuan, kuatkan informasi dan diseminasi terkait gambut ke Internasional,”ucapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi dengan adanya Pusat Informasi Standar dan IPTEK Gambut Camppeat KHDTK Tumbang Nusa. 

“Penanganan gambut di Kalimantan Tengah dari tahun ke tahun sudah membaik. Artinya, penanganan gambut sudah bisa kita tangani dengan baik,”tambahnya.

Lebih lanjut, Direktur PT. Tuah Turangga Agung Rapinis Mutiara mengungkapkan, bahwa gambut memiliki peran dalam penyerapan karbon di atmosfer, menjaga keanekaragaman hayati, menjaga hidrologi dan sumber ekonomi masyarakat. 

“Luasan tanah gambut Indonesia menduduki peringkat keempat dunia memiliki luas sekitar 17-27 juta hektar, yang tersebar di Pulau Sumatera, Kalimantan, Papua, dan sebagian Sulawesi. Lahan gambut Indonesia mampu menyerap dan menyimpan karbon sekitar 46,3 ton atau 8-14 persen dari total karbon dunia,”ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.