Masyarakat Diharapkan Dapat Berpartisipasi dalam Penanggulangan Karhutla di Kalteng

oleh -172 Dilihat
oleh
Plt. Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng HM. Agustan Saining.

PALANGKARAYA, SUARAKALIMANTANMEMBANGUN.COM – Memasuki musim kemarau, potensi terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) membayangi Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Terkait dengan hal itu, masyarakat di Kalteng diharapkan dapat berpartisipasi dalam penanggulangan karhutla.

“Karhutla ini kan bukan hanya tanggungjawab Pemerintah saja, tapi tanggungjawab seluruh masyarakat. Jadi kami sangat mengharapkan partisipasi dari masyarakat, khususnya terkait pembukaan lahan tanpa bakar,” ucap Plt. Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalteng, HM. Agustan Saining saat diwawancarai oleh sejumlah awak media pada Selasa (15/8/2023).

Lanjutnya, potensi terjadinya karhutla dapat terjadi salah satunya akibat adanya oknum yang dengan tidak sengaja, bahkan ada yang sengaja menghidupkan api baik itu di hutan maupun di lahan.

Bahkan hal yang terkadang luput dari perhatian adalah api yang telah hidup, lalu dimatikan padahal dibawah lahannya ternyata api masih ada, dan itulah yang pada akhirnya menjadikan kebakaran terjadi dalam skala besar.

Sementara itu, hingga saat ini seluruh stakeholder terkait yang ada di Provinsi Kalteng telah turun dan berjibaku langsung dengan Karhutla yang telah terjadi. Apalagi hingga saat ini tidak turun hujan selama beberapa waktu, sehingga beberapa titik di sejumlah wilayah rawan di Kalteng mengalami karhutla setiap harinya.

“Saat (wilayah yang terjadi kebakaran) diantaranya, di Palangka Raya, Kapuas, Pulang Pisau dan Kotawaringin Timur yang masih mendominasi saat ini. Makanya satu Minggu terakhir ini kita rasakan semacam sudah mulai ada kabut-kabut asap tapi bisa kita antisipasi,” tutur Agustan.

Adapun salah satu kendala di lapangan saat penanggulangan karhutla, diantaranya adalah akses air yang digunakan untuk memadamkan api. Karena sumber air yang jaraknya sangat jauh, sehingga perlu beberapa kali melakukan penyambungan slang air, selain itu juga sumur-sumur air juga bisa dikatakan terbatas.

Meskipun demikian, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dan bergerak turun ke lapangan dengan sejumlah stakeholder lainnya. Serta sekali lagi pihaknya meminta kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam penanggulangan karhutla khususnya di Provinsi Kalteng. (TO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.