Minta Nama Baik Dipulihkan, Mantan Karyawan CU Betang ASI Lakukan Gugatan

oleh -910 Dilihat
oleh
Kuasa Hukum Dessy Nataliati, Suriansyah Halim.

PALANGKARAYA, SUARAKALIMANTANMEMBANGUN.COM – Mantan karyawan CU. Betang Asi, Dessy Nataliati melakukan gugatan. Gugatan ini bertujuan untuk memulihkan nama baiknya.

Adapun pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan Koperasi CU. Betang ASi Palangka Raya terhadap Dessy Nataliati mantan karyawan yang sebelumnya menjabat Kepala Kasir adalah tidak sah.

Hal tersebut seperti yang telah disampaikan oleh Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri (PN) Palangka Raya, yang mana dalam Amar putusan Nomor: 1/Pdt.Sus-PHI/2023/PN.Plk., Majelis Hakim juga menghukum Koperasi CU. Betang Asi Palangka Raya, selaku penggugat konvensi membayar hak-hak tergugat konvensi yakni Dessy Natialiati sebesar Rp. 124 juta lebih.

“Jadi terkait klien saya Dessy Nataliati mengajukan kasasi, meskipun di dalam putusan Majelis Hakim PN Palangka Raya PHI itu sudah menghukum pihak CU untuk melakukan pembayaran 124 juta pada klien saya, tapi yang menjadi titik berat dari klien saya ini, kenapa melakukan kasasi sebab nama baik dia itu belum dipulihkan,” kata Kuasa Hukum Dessy Nataliati, Suriansyah Halim kepada wartawan, Sabtu (12/8/2023).

Suriansyah Halim menyebut bahwa pencemaran nama baik terhadap kliennya tersebut juga dirasakan oleh keluarga kliennya

“Uang bisa dicari, namun pencemaran nama baik terhadap dia (Dessy) itukan bukan hanya dia yang merasakan tapi juga keluarga besarnya juga merasakan itu,” bebernya.

Selain sudah dikabulkannya tuntutan kata Suriansyah Halim, berupa hak, gaji pesangon dan hak lainnya itu kliennya menuntut agar CU Betang Asi meminta maaf dan memulihkan nama baik kliennya.

“Selain PHI dan melakukan kasasi dia kembali melakukan PMH, didalam gugatan PMH itu jelas memang yang melatarbelakangi permasalahan dari klien saya (Dessy) sebagai karyawan dari CU memang masalah ketenagakerjaan. Tapi didalam ketenagakerjaan itukan sudah ada apa saja yang bisa dituntut, diluar dari apa saja yang bisa dituntut yang sesuai dengan Undang-undang itu, maka itu adalah ranahnya PMH, diluar itu kita melakukan gugatan PMH,”tambahnya.

Suriansyah Halim menyampaikan bahwa gugatan PMH pihaknya yakni menuntut kerugian materiil Rp. 1,2 miliar dan kerugian immateriil Rp. 100 miliar.

“Sebab dia diberhentikan tanpa kesalahan, kemudian dia menghitung sampai dengan masa pensiun dia kurang lebih 1,2 miliar dan kerugian immateriil 100 miliar. Selain Dessy saya juga baru mendapatkan klien baru yang bernama Sinta, Sinta ini juga sama dia diberhentikan dengan tanpa kesalahan yang jelas,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.