Komoditas Rokok Menyumbang Inflasi di Kalteng Pada Januari 2023

oleh -257 Dilihat
oleh
Suasana siaran resmi statistik BPS Kalteng. (TO)

PALANGKARAYA, SUARAKALIMANTANMEMBANGUN.COM – Pada Januari 2023 lalu, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengalami inflasi sebesar 0,13 persen. Dengan inflasi tahunan yakni sebesar 5,81 persen dengan Kota Palangka Raya dan Kota Sampit sebagai acuan.

Inflasi gabungan Kota Palangka Raya dan Sampit pada Januari 2023 terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau (0,62 persen), kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (0,48 persen), kelompok pakaian dan alas kaki (0,21 persen), kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga (0,15 persen), dan kelompok kesehatan (0,08 persen).

Salah satu komoditas yang menyebabkan terjadinya inflasi adalah komoditas Rokok, baik di Kota Palangka Raya maupun Sampit Komoditas Rokok menduduki urutan pertama yang menyumbang inflasi.

Hal tersebut disampaikan oleh Statisti Ahli Madya Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalteng, Akhmad Tantowi dalam siaran resmi statistik yang dilaksanakan di ruang pertemuan BPS Kalteng, Jalan Kapten Piere Tandean, Palangka Raya pada Rabu (1/2/2023) Siang.

“Pada bulan Januari 2023 lalu, Rokok adalah komoditas yang menyumbang terjadinya inflasi di Provinsi Kalteng. Untuk kenaikan harga Rokok juga tidak lepas dari kenaikan harga cukai Rokok yang sudah mulai naik sejak 1 Januari 2023 lalu,” ucap Tantowi.

Selain rokok, komoditas yang turut andil dalam menyumbang terjadinya inflasi diantaranya beras, daging babi, emas perhiasan, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, rokok putih, tomat, rokok kretek, kol putih/kubis, dan bawang merah.

Sedangkan komoditas yang menyumbang terjadinya deflasi pada Januari 2023 antara lain bensin, kangkung, bahan bakar rumah tangga, ikan gabus, ikan patin, sawi hijau, daun paku/pakis, ikan lais, solar, dan bayam. (TO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.